Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, guru dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa berbagai variasi. Ada siswa yang dapat menerima kegiatan belajarnya secara lancar dan tepat tanpa mengalami kesulitan. Disisi lain tidak sedikit pula yang dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan siswa ditunjukkan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Kesulitan belajar dapat pula disebabkan oleh faktor biologis, psikologis dan sosiologis. Yang semua itu pada akhirnya dapat mengakibatkan prestasi belajar berada di bawah rata-rata.
Namun, Mengenal dan memahami kesulitan belajar adalah tantangan yang dihadapi oleh banyak anak dalam proses Pendidikan mereka. Kesulitan ini dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dapat disebabkan oleh faktor. Mengenali kesulitan belajar anak disekolah dan menerapkan solusi yang tepat adalah kunci untuk membantu anak mencapai potensi penuh mereka.
Kesulitan belajar yang dialami anak secara umum bersumber dua faktor. Pertama, faktor diri sendiri seperti cacat tubuh, kurang mendengar, kurang motivasi., inteligensi yang rendah dan lain sebagainya. Kedua, faktor dari luar diri anak seperti kekurangan fasilitas belajar di rumah, jadwal sekolah yang yang terlalu padat, kurang perhatian dari orangtua, buku penunjang yang minim dimiliki anak, infrastruktur jalanan ke sekolah yang rusak dan sebagainya.
Untuk mengantisipasi kesulitan belajar anak sedari dini, guru perlu mengenal karakteristik pada anak. Misalnya bentuk fisiknya, hobinya, minat-minatnya, tingkat kecerdasannya dan sebagainya.
Ketidak
pedulian orang tua berpengaruh
dikarenakan Terjadinya anak mengalami kesulitan dalam belajar isekolah
dikarenakan orangtua biasanya tidak peduli pada anak. Dalam masa
perkembangannya, anak-anak perlu distimulus aspek motoric dan daya pikirnya.
Terkadang anak dibiarkan tercampak apa adanya tanpa ada kata ditanya, dibimbing atau dilatih. Sementara orang tua sibuk mencari uang atau aktifitasnya sendiri. Tanpa hirau dengan usia, tumbuh kembang anak dan problematikanya.
Untuk dapat
menjaring kesulitan yang terdapat pada diri anak (terutama kesulitan dalam
belajar), orang tua diminta selalu berkomunikasi aktif dengan anak.
Beberapa kesulitan belajar yang umum yang sering terjadi yang bisa diambil:
1. Gangguan permusatan perhatian dan
Hiperaktivitas (ADHD)
Solusi:
- Berikan
tugas dalam bagian – bagian kecil dan berikan instruksi yang jelas dan
sederhana .
- Gunakan penguatan positif untuk mendorong
perilaku yang diinginkan.
- Sediakan lingkungan belajar yang minim
gangguan.
2. Faktor
Lingkungan
Solusi:
- Pastikan lingkungan belajar nyaman, tenang,
dan minim distraksi.
- Berikan dukungan dan dorongan dari keluarga
dan teman sebaya.
- Ciptakan rutinitas belajar yang konsisten dan terstruktur.
3. Faktor Emosional dan Psikologis
Solusi:
- Bangun hubungan yang positif dan mendukung dengan anak.
- Libatkan psikolog anak untuk membantu mengatasi masalah emosional atau psikologis.
- Dorong anak untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya dengan cara yang sehat.
4. Kesulitan dalam
Berbicara dan Berbahasa
Solusi:
- Libatkan terapis bicara untuk latihan khusus.
- Berikan lebih banyak kesempatan untuk berbicara dan berkomunikasi dalam berbagai situasi.
- Gunakan alat bantu komunikasi jika diperlukan.
5.. Disgrafia
(Kesulitan Menulis)
Solusi:
- Berikan latihan menulis secara teratur untuk meningkatkan keterampilan motorik halus.
- Gunakan teknologi bantu, seperti komputer atau tablet, untuk menulis.
- Ajarkan strategi perencanaan dan penyusunan ide sebelum menulis.
Penting untiuk diingat bahwa setiap anak unik,
dan solusinya yang efektif bagi 1 anak mungkin tidak efektif bagi anak lain .
oleh karena itu, penilaian idividu dan pendekatan yang disesuaikan sangat
penting dalam membantu anak mengatasi kesulitan belajar.
0 Comments